Teh pada Bayi dan Anak

Update borongan lanjutan….😀😀

Percakapan di suatu sore pada bulan September Ceria, sebelum lebaran.

Mb Al   : ”Mb Elda, teh itu bagus, gak sih buat anak2?”

Bunda  : ”Hmm…Gak tau juga, ya. Setauku bagusnya buat orang gede. Emang knapa?”

Mb Al  : ”Itu, Farrel kan tiap hari minum teh”

(Farrel itu anak tetangga yang umurnya 2 taun-an. Anaknya lincah banget, n suaranya ampuuun, hehehe. Suka banget nyapa orang. Gak cukup sekali, tapi berkali-kali. Walopun udah dijawab juga masih aja dipanggilin. Gini, nih.

”Ayuuuk….”. (ayuk itu sebutan untuk kakak perempuan di Palembang)

”Iya”.

”Ayuuuk”.

”Iya…”

”Ayuuuk… Ayuuuk…Ayuukkk”

Hakakakak, Bunda sampe senyum2 sendiri ngedengerinnya dari kamar, waktu abang2 lagi nyapa tetangga. Kita kadang nyebut Farrel pake abang2, soalnya dia suka banget manggilin orang berkali2. Kadang belum sempet dijawab udah dipanggilin lagi.

”Oom…oom…oom, oom oom o-oooommmm”

”Dedek Daffa.. dedek Daffa..Dedek Daffaaaa…..”

Hobinya maen sepeda. Gak dikayuh pake sadel, tapi dikayuh pake kakinya, dua2 diayunkan ke lantai halaman bedeng kami yang emeng disemen kasar. Serrr… seeerrr… kaya maen skateboard gitu, tapi pake kaki dua, hehehe.

Anaknya lucu, aktif banget. Tapi sering dimarahin Nyai (nenek) ma Yai (kakek)nya, karna adaaa aja yang dibuatnya. Tapi wajar, lah. Kan masih kecil, niatnya pengen bantu, walopun ujung2nya malah ngerusuhin, hehehe.

Tapi kasian juga, sih, kayaknya kurang perhatian. Ibunya dokter, ayahnya gak pernah keliatan (gak tau lagi kerja di t4 yang jauh ato gimana, gak enak mo nanya2). Tadinya abang2 diasuh ama Mb Novi, tapi lebaran ini Mb Novinya pulang ke Lampung, gak balik2 lagi sampe sekarang. Jadilah abang2 di rumah ama Nyai n Yainya aja, secara ibunya sibuk banget).

Balik ke cerita tadi, kata Mb Al, Abang2 suka banget ama teh.

Mb Al   : ”Tiap makan kan minumnya teh, bukan air putih.”

Bunda  : ”Eh?? Setau Bunda teh itu gak baik diminum pas makan berat, soalnya kalo gak salah bisa menghalagi penyerapan karbohidrat.”

Karna penasaran, jadilah Bunda browsing2, n ketemu referensinya yang lumaan bisa dipercaya di sini n di sini, nih.

(Nah, kan… pake isilah kalo gak salah, jadinya salah beneran, deh, hehehe. Ternyata bukan menghalangi penyeraan karbohidrat, tapi zat besi). Intinya, kebiasaan minum teh pada bayi dan anak kecil tidak dianjurkan, karna hanya akan memperberat kerja ginjal, menyebabkan defisiensi zat besi, dan mempengaruhi sistem syaraf pusat.

Ini Bunda kutipan bahasannya dari

http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_teh.php

————————————————————————————————————

Minuman Teh
Tak Dianjurkan Bagi Bayi dan Anak Kecil


Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS

Di bawah ini akan dibahas mengenai pengaruh negatif dari minuman teh tersebut bagi bayi dan anak-anak kecil.

Kafein dan kecerdasan anak

Rasa nikmat atau segar sehabis minum teh sesungguhnya disebabkan oleh kafein. Banyak orang menyangka bahwa kafein hanya terdapat pada kopi; padahal teh, cokelat, dan minuman ringan jenis cola, juga mengandung kafein. Analisis yang telah dilakukan terhadap beberapa merek teh dan kopi yang beredar di Bogor menunjukkan bahwa kadar kafeinnya tidak berbeda, yaitu sekitar 0,6 persen. Kafein mempunyai efek menyegarkan karena zat ini mampu menstimulir kerja sistem syaraf pusat.

Kafein dapat dengan mudah diserap dari usus, lebih dari 99 persen kafein yang dikonsumsi akan diserap oleh darah. Setelah diserap, kafein secara cepat didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, tidak ada zat penghalang bagi kafein dari drah untuk sampai ke otak. Sifat lain kafein adalah zat ini tidak mudah dikeluarkan kembali dari tubuh oleh ginjal bersama urin. Lebih dari 98 persen kafein yang sampai ke tubula ginjal akan diserap kembali oleh darah. Penghilangan kafein hanya terjadi bila zat ini telah mengalami biotransformasi dalam hati menjadi zat lain yang lebih mudah dibuang bersama urin.

Indeks yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan metabolisme dan pengeluaran kafein dari tubuh adalah “waktu paruh”nya dalam plasma darah, yaitu waktu yang diperlukan oleh kadar kafein untuk berkurang sebanyak 50 persen. Pada orang dewasa rata-rata sekitar 5-6jam, sedangkan pada bayi dan anak-anak berkisar antara 2,3 – 14 jam, di mana pada bayi kafein tersebut lebih sulit untuk dimetabolisasi.

Pada dosis rendah efek negatif kafein yang paling menonjol adalah menyebabkan sulit tidur. Pada dosis yang lebih tinggi kafein dapat menimbulkan rasa gelisah, merangsang pernapasan, mempengaruhi kerja jantung, mengakibatkan sering buang air kecil, dan meningkatkan sekresi cairan lambung. Keracunan kafein yang dapat berakibat fatal jarang terjadi, karena hal ini hanya dapat terjadi bila seseorang mengkonsumsi sebanyak 75 cangkir kopi dalam waktu 30 menit.

Sampai saat ini belum ada peraturan yang membatasi jumlah konsumsi kafein. Di Amerika Serikat sendiri yang terkenal dengan peraturan-nya yang ketat, kafein oleh FDA (Food and Drug administration) masih digolongkan sebagai senyawa GRAS (Generally Regognized as Safe), yang berarti aman untuk dikonsumsi. Akan tetapi, hasil-hasil penelitian toksikologi yang mutakhir memberikan kecenderungan untuk menarik status kafein dari GRAS, sehingga akan berarti bahwa jumlah penggunaannya (konsumsi)akan dibatasi.

Masalah yang diutarakan para ahli di Amerika Serikat tentang usul penarikan kafein dari daftar GRAS terutama menyangkut efeknya terhadap anak-anak kecil. Kafein dapat mempengaruhi kerja sistem syaraf pusat, dan ank-anak lebih sensitif terhadap pengaruh tersebut. Para ahli tersebut mensinyalir adanya efek negatif kafein terhadap perkembangan otak anak-anak, sehingga akan mempengaruhi kecerdasannya.

Anemi gizi

Selain rasa nikmat menyegarkan, dalam air teh juga terdapat rasa sepat. Rasa sepat ini timbul karena adanya zat tanin di dalam air teh yang kemudian bereaksi dengan protein mukosa di dalam mulut. Sama halnya bila kita makan buah salak atau jambu biji, kadang-kadang timbul rasa sepat, karena keduanya juga mengandung tanin.

Yang dipermasalahkan dengan adanya tanin dalam air teh bukan rasa sepatnya, tetapi karena sifat zat ini yang dapat mengikat mineral. Barangkali sering kita lihat adanya lapisan tipis di permukaan air teh, bila air yang dipergunakan banyak mengandung mineral (air sadah). Lapisan tipis tersebut sesungguhnya adalah hasil reaksi antara mineral dengan tanin, membentuk tanat. Pabila tanin tersebut bereaksi dengan mineral-mineral dalam makanan, maka mineral tersebut akhirnya tidak dapat digunakan tubuh dan terbuang bersama feses.

Suatu studi yang dilakukan oleh dr.Yona Amitai dari Children’s Hospital Medical Center di Boston, menemukan bahwa anak bayi di Jerusalem yang meminum air teh sebanyak 250 ml per orang per hari, mempunyai kadar besi yang rendah dalam darahya. Disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena adanya pengikatan besi oleh tanin dari air teh, sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Ditegaskan bahwa mineral besi yang dapat diikat oleh tanin tersebut adalah apa yang disebut non heme iron, yaitu yang berasal dari serealia, sayuran atau buah-buahan. Sedangkan yang berasal dari daging adalah heme iron, yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Mengingat bahwa umumnya di Indonesia konsumsi daging masih sangat rendah, terutama pada golongan kurang mampu, maka pengaruh konsumsi air teh pada bayi/anak patut diwaspadai sebagai salah satu penyebab anemi gizi yang masih merupakan salah satu masalah gizi nasional.

————————————————————————————————————

Waduh, kasian abang2….. Kemaren pengennya sih ngasih tau lewat Mb Novinya aja, sekalian kasih liat prinan artikel2 hasil browsingan Bunda. Soalnya takut ibunya tersinggung. Apalagi ibunya dokter. Eh, tapi Mb Novinya malah udah gak kerja lagi….

Pantesan… Waktu itu Abang2 pernah ngomong gini waktu Daffa ngging ma Mb Al ke luar.

“Dulu Abang juga ndut kaya Dedek Daffa, lo”. (sekarang Abang2 badannya gak ndut, tapi gak kurus juga)

Tentang hermioneangel

A housewife, a mother, a daughter, and a sister that is still learning to do her best in every role that she plays
Pos ini dipublikasikan di kesehatan bayi dan anak dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s