Kiat Memperbanyak ASI

Ni tulisan ditulis kemaren, pas 17-an. Tapi baru diposting hari ini, soalnya kemaren selesenya dah malem. Mumpung hari libur, n Daffa dah bobok, Bunda bisa nulis macem2, deh. Ini sebenernya lanjutan email yang Bunda posting di Milis Sehat, dengan judul Re: Susu untuk Bayi Alergi. Tapi di blog ini dipisah aja, soalnya dah beda topik.

Ni dia tulisan Bunda:

Kalo soal ASI yang kurang, ada saran (dari pengalaman pribadi, nih).

“Dari 100 ibu yang mengatakan ASInya kurang, hanya 2 yang ASInya benar2 kurang”

Ada ibu yang dikaruniai ASI yang melimpah tanpa harus berusaha macem2. Tapi ada juga ibu2 yang mesti usaha ekstra supaya ASInya banyak (hmm… look like i’m one of them, hehehe).
Dulu, getol banget makan makanan yang katanya bisa memperbanyak ASI, terutama sayur katu. Kalo gak nemu sayur katu, makan suplemen ekstrak daun katuk aja buat gantinya. Tapi Bunda sempet lupa, kalo ASI is made by food. Makanan yang masuk segitu2 aja. Maklum, sempet gak nafsu makan gara2 umur 8 hari Daffa masuk RS gara2 sakit kuning. Mana dulu gak tau cara merah ASI dengan baik, lagi. Pokoknya, learning from experience banget, lah judulnya waktu itu. Jadi Bunda rangkum aja, yah:

1. Banyak minum air putih, makan buah, sayur. Porsi makan juga jangan segitu2 aja, tapi ditambah. Kalo aku dulu disela2 makan besar banyakin ngemil sehat kaya kacang ijo, roti+keju, pisang, susu, dll. Sayur katu juga lumayan buat memperbanyak ASI. No suplement needed kalo kita udah makan yang cukup n bergizi seimbang.

2. ASI paling baik diberikan langsung, karena ASI prinsipnya supply on demand. Tapi kalo terpaksanya harus memberikan ASI perah, perah dengan tangan, karena dapat mengeluarkan ASI dengan lebih maksimal dibandingkan dengan pompa, n gak sakit. Pake metode yang benar, dan yang penting relaks saat memerah. Biar LDR (Let Down Reflex)nya ok, puting dikitik2 dulu (bisa pake 2 jari), tar terasa nyuut, PD mengeras, itu tandanya LDR. Jadi kalo diperah/pompa keluarnya ASI lebih lancar. LDR juga bisa sampe 2 kali untuk sekali merah, lo. Kalo misalnya ASInya dah gak keluar lagi/keluarnya mulai dikit, di-LDR-in lagi aja. Kalo Bunda biasanya dapet ΒΌ dari perahan LDR pertama. Misal LDR yang pertama 100 ml, yang kedua 25 ml.

3. Perah/pompa ASI setiap 2-3 jam (Bunda makenya yang per 3 jam). Makin sering memompa, produksinya makin banyak. It’s true, dengan syarat itu tadi, ASI is made by food, jadi porsi makannya ditambah, ya moms. Tapi sekarang udah masuk kerja, gak bisa per 3 jam lagi, yo wes, lah gpp. Yang penting tetap semangat ^_^

4. Pijet n kompres PD dengan air hangat, rutinkan sekali sehari (kalo ini gak bisa rutin, nih. Sekarang pijet kompres kalo alirannya gak lancar aja, soalnya banyak gak sempetnya). Pijat kompres juga bermanfaat untuk melancarkan saluran ASI yang tersumbat gara2 ASInya terlambat dikeluarkan.

5. Istirahat yang cukup.

6. Keep positive thinking, jangan stress dan selalu berpikiran ASIku cukup gak yah?. Jadi ingat kata2 Dokter SpOGku dulu. “Allah itu Maha Adil”. Kira2 maksudnya gini: Dia menitipkanmu amanah (your baby), dia juga akan memberimu Air Susu untuk mencukupi kebutuhan titipannya.

Sebagai tambahan, di buku Totto-chan yang kedua, ada nenek yang berhasil menyusui cucunya, karna satu dan lain hal ibunya gak bisa nyusuin bayinya (bahkan kru TV sempet gak percaya apa yang mereka liat). Can you believe it? Subhanallah…

About these ads

Tentang hermioneangel

A housewife, a mother, a daughter, and a sister that is still learning to do her best in every role that she plays
Tulisan ini dipublikasikan di ASI dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kiat Memperbanyak ASI

  1. Windi berkata:

    my sister really need all the support she can get. it’s only 1 month to go, but her ASI is getting less-en than before. She starts panicing, what should she do? What should I do.? What do I need to tell her???

    Helllpppp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s